Souvenir Tas
- tas lipat batik
- Tas Matahari
- Tas Spound Pita
- Tas Organdi Mini
- Tas Organdi Tanggung
Perlengkapan / souvenir pernikahan dengan gaya klasik dan Victorian cocok untuk segala suasana, entah itu pernikahan gaya internasional, nasional, atau tradisi campuran dengan modern. Untuk mencari pernak-pernik pernikahan semacam itu, Anda bisa mencarinya di kandadindasouvenir.com.
Di sini, suvenir pernikahan, wadah cincin kawin, boks seserahan, kotak uang, hingga dekorasi kamar pengantin, dirancang dengan karakter universal. Desainnya klasik dengan dominan warna krem. Untaian renda dan boneka memberi kesan feminin. Karakter ini tampak pada setiap model produknya.
Meski warna krem mendominasi produk bergaya klasik, calon pengantin bisa memilih paduan warna sesuai konsep pernikahan yang di ingingkan.
Tak hanya pilihan warna, desain bunga pada produk-produk souvenir pernikahan bertema victorian juga bervariasi menyesuaikan dengankonsep warna pernikahan Anda. Tren warna perlengkapan pernikahan dua tahun terakhir ini cenderung ungu, pink, oranye, kuning, dan fuchsia.
Sejak dua tahun belakangan, kandadindasouvenir memasarkan produk klasik dengan desain yang manis. Kebanyakan orangtua, terutama para ibu yang lebih dulu jatuh cinta pada produk berbahan dasar satin yang bernuansa femininĀ ini.
Pilih paket atau satuan?
Bicara harga, produk yang bisa ditemukan di berbagai toko perlengkapan dan souvenir pernikahan ini terjangkau untuk pasar medium dan premium. Semua produk harganya akan sama di toko perlengkapan pernikahan mana pun.
Harga paket mulai dari Rp 3 juta, terdiri atas souvenir, wadah cincin kawin, hingga aksesori kamar seperti tempat tisu dengan desain unik, bed cover, wadah laundry dengan balutan renda dan boneka, serta gorden untuk dekorasi kamar pengantin.
Suvenir pernikahan berupa pouch ditawarkan dengan harga mulai Rp10.000. Bila Anda membeli suvenir pernikahan dalam jumlah tertentu, kandadindasouvenir akan menyediakan diskon. Agar souvenir pernikahan terlihat semakin cantik, Anda juga akan dipinjamkan tempat suvenir yang senada dengan suvenir yang Anda pilih.
Pesanan souvenir untuk wilayah yogyakarta dan sekitarnya bisa diantarkan secara gratis jika membeli minimal senilai Rp 500.000. Pembelian di luar nilai ini juga bisa diantarkan dengan tambahan biaya transportasi.
Untuk memilih barang, Anda tak perlu mendatangi toko. Cukup pilih produk di situs www.kandadindasouvenir.com, lalu hubungi costumer service. Cara ini tentu lebih memudahkan calon pengantin, setidaknya bisa menghemat waktu.
[insert_ajaxcontact id=4168]
Menjalani kehidupan pernikahan tanpa konflik bisa saja terjadi, namun realitasnya hal ini jarang terjadi. Psychology Today menuliskan, di Amerika, setengah dari pernikahan pertama berakhir dengan perceraian, 60 persen pernikahan kedua juga mengalami kegagalan. Anda bisa mencegah kegagalan ini dengan memahami konflik dalam pernikahan dan mencari tahu bagaimana mengelolanya agar hubungan tetap terjaga harmonis.
Sumber konflik dalam pernikahan
Sebuah penelitian yang fokus pada hubungan pernikahan menyebutkan, konflik dalam relasi suami istri tak terelakkan. Sumbernya bisa dari pertengkaran kecil sehari-hari, hubungan dengan keluarga, perbedaan sikap tentang cara membesarkan anak, dan persoalan keuangan. Persoalan ini hampir terjadi pada setiap pasangan menikah, yang tak terhindarkan namun sangat bisa diatasi. Mengenali masalah dan menyadari bahwa relasi suami istri tidak sehat dan perlu diperbaiki bisa memperpanjang usia pernikahan.
Pilihan gaya menghadapi masalah
Terdapat tiga gaya berbeda dalam menghadapi masalah dan konflik dalam relasi pasangan menikah. Mengenali tipe pasangan menghadapi masalah, bisa menjadi salah satu cara untuk membangun hubungan yang lebih sehat. Artinya, saat konflik datang, Anda dan pasangan bisa menemukan teknik yang lebih tepat dalam mencari solusi bersama.
* Pasangan saling membenarkan bahwa ada masalah dalam hubungan pernikahan. Kemudian pasangan bekerjasama dengan cara yang tenang tanpa emosi, fokus pada masalah atau konflik, untuk mencari solusi bersama.
* Pasangan bersitegang dan berselisih paham saat konflik muncul.
* Pasangan bersepakat untuk saling menerima perbedaan sikap dan persepsi masing-masing terhadap masalah.
Dampak negatif konflik pernikahan terhadap anak
Menurut Asosiasi Terapi Pernikahan dan Keluarga Amerika (The American Association for Marriage and Family Therapy/AAMFT), konflik yang terjadi pada pernikahan membawa dampak negatif bagi anak-anak.
Saat konflik terjadi, fokus Anda dan pasangan tak berpusat pada kepentingan anak-anak. Sebagai orangtua mungkin Anda dan suami selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anak. Namun ketika konflik terjadi Anda bingung bagaimana caranya melakukan hal terbaik untuk anak.
AAMFT lebih jauh menjelaskan bahwa eksploitasi terhadap anak bisa terjadi ketika orangtua mengalami konflik pernikahan. Misalnya, anak dijadikan penengah, dijadikan pembawa pesan untuk pasangan, ditanya tentang aktivitas ayah atau ibunya, diberi keyakinan bahwa ayah atau ibunya punya sifat-sifat buruk, bahkan diminta memilih ikut siapa jika ayah-ibunya berpisah.
Perilaku seperti ini akan menimbulkan risiko bagi anak, seperti depresi, kehilangan arah karena tak bisa membedakan benar-salah dari perilaku orangtua, sulit membangun hubungan sosial, dan penurunan prestasi akademik.
Jangan pernah menyepelekan masalah
Asosiasi Psikologi Amerika (The American Psychological Association) menegaskan, pasangan suami istri sebaiknya tidak menyepelekan atau mengabaikan krisis dan konflik. Sebaliknya, hadapi dan selesaikan konflik pernikahan.
Lebih penting lagi adalah, pasangan menikah perlu membangun kehidupan berpasangan lebih positif dengan berbagi intimasi, menemukan identitas pasangan dengan tetap menghargai otonomi masing-masing individu. Komunikasi dan diskusi perlu dibangun terus-menerus dengan pasangan, seperti bagaimana Anda dan pasangan ingin membesarkan anak, memilih sekolah yang tepat, atau lainnya. Saling berbagi, mengetahui dan mendengar bagaimana sikap, pemikiran, dan pendapat pasangan bisa mencegah miskomunikasi dan kesalahpahaman. Dengan membangun relasi seperti ini, pasangan lebih mampu menghadapi konflik. Bahkan konflik mungkin jarang muncul dengan terbentuknya hubungan pernikahan yang sehat.
Kompromi dengan pasangan
Sikap kompromi terhadap pasangan bisa menjadi solusi awal mengatasi konflik. Caranya dengan menyadari dan mengenali apa yang penting bagi pasangan dan lakukan kompromi dengannya. Konflik pernikahan takkan bisa selesai dengan memenangkan sikap Anda atau pasangan. Jika masih saja menemukan jalan buntu, sebaiknya datang bersama pasangan, dengan kesadaran bersama untuk meminta bantuan psikolog atau lembaga konsultasi pernikahan.